Peradaban Globalisasi Masih  Gunakan Gaya Imprealisme & Kapitalisme Global 

by -170 views

Opini

Peradaban Globalisasi Masih  Gunakan Gaya Imprealisme & Kapitalisme Global

Oleh : Indra Bahari Aden

Sejarah merupakan area dimana kita perlu melihat perjalanan hidup dan kehidupan untuk mengoreksi semua kesalahan yang telah berlangsung maupun aksi kedepan pada perjalanannya, agar tidak melakukan kesalahan berulang ulang.

Jadi tujuan keberadaan ilmu ini agar manusia melihat kebelakang kembali, untuk membenahi masalah yang sedang dihadapi maupun akan hadir pada dirinya. Dengan maksud, merubah sebuah peristiwa yang kacau menjadi baik serta menghasilkan kenyamanan pada koreksi dari analisa analisa bersama mencari akar awal terjadinya masalah lalu diurai satu persatu.

Dalam telaahan sejarah, tinjauan tinjauan ulang terus dilakukan bersama mencari kesamaan peristiwa tapi menggunakan analisa kekinian diwaktu memecahkan satu kejadian menjadi tertemukan masalah utama beserta akibat akibat bila penerapan mulai berlangsung baik pada individu, masyarakat juga rakyat secara keseluruhan.

Sebab disini, ada perubahan pemikiran dan gaya hidup dimasa lampau dan zaman sekarang, ahli sejarah menelaah secara dalam peristiwa, kenapa terjadi, siapa penggerak, tujuan dari sebuah aksi terjadi, kelompok (elit) kah atau ada keterlibatan asing, lalu melihat juga sisi budaya, baik proses perubahan ekonomi ( imperialisme ) hingga menimbulkan kekagetan dalam pemikiran (budaya) untuk memperebutkan wilayah tersebut dengan mengajak masyarakat atau rakyat sebagai penekan ? Hingga menimbulkan bentrokan terbuka antar massa sampai menimbulkan chaos. Lalu ditarik, siapa tokoh utama bersama oligarkhi dengan dukungan dana besar.

Setelah pengkajian ahli sejarah, mereka melihat dan mencari celah supaya hal hal tersebut tidak terjadi lagi. Keberadaan mereka mengoreksi keadaan dimasa lalu supaya menjadi lebih baik dikekinian. Tapi bagaimana bisa ini terjadi, bila para elit kebanyakan berasal dari oligarkhi, aktifis juga ilmuwan instan ? Yang kekritisannya muncul hanya saat individu dan kelompoknya telah diserang pihak lain.

Padahal setiap agama diajarkan kritis pada keadaan, khususnya Al Qur’an Allah SWT telah memberikan contoh disaat menciptakan manusia, berdialog dengan malaikat Jibril, disalah satu ayat Qur’an ” … Ya penciptaku bukankah kami telah cukup tuk menyembah Mu … kenapa kau ciptakan manusia yang akan menghancurkan bumi ? Allah swt ” Aku lebih tahu darimu …” Demikian juga tentang sejarah berada dalam peristiwa peristiwa dimasa para nabi dan rasulNya “… sengaja kuberikan pada kalian suatu peristiwa dan tak ku hilangkan agar bekasnya agar kalian dapat mengambil pelajarannya (hikmah) …”

Jadi kekritisan dan kesejarahan telah ada pada telaahan-telaahan pembelajar umat beragama khususnya Islam dengan tegas memaparkannya. Jadi sejarah wajib ada pada pada kehidupan manusia. Tuk mengoreksi kekinian mengambil contoh hal hal dimasa lalu diadakan penelaahan tentang buruk dan salah agar membantu mereka menjadi lebih baik dalam kekinian.

Pembuat dan pelaku sejarah adalah manusia, jadi ia harus aktifkan dirinya agar mau masuk ke dunia pemikiran, dengan tujuan ia miliki pengetahuan tentang sesuatu yang disukai, memahami dan mengerti apa yang sedang terjadi agar bisa mencerna sesuatu peristiwa baik kekinian akibat sebuah peristiwa dimasa lalu.

Dan memahami sebab akibat dari suatu perjuangan oleh sebuah bangsa untuk keluar dari tekanan kolonialisme dan imperialisme, juga dihentikan kebebasan baik pemikiran maupun aksi aksi keagamaan yang diberikan oleh asing kepada penguasa (elit) ciptaan penjajah. Kita bisa ambil dua negara sebagai contoh : Tiongkok dan Republik Islam Iran. Tiongkok diera perlawanan komunis Mao Tse Tung melakukan aksi massa dalam mengusir penjajah, sistem kerajaan (feodalisme) dan juga imperialisme, yang demikian parahnya melekat bekerjasama dengan dinasti juga kaum nasionalisme telah melekatkan diri dengan Inggris, setelah menguasai negaranya Mao Tse Tung mulai membersihkan diri negeri Tiongkok lewat peristiwa kebudayaan.

Terpuruknya Tiongkok akibat roda ekonomi tak aktif berjalan, pengganti Mao yaitu Deng Xiao Ping mulai membuka Cina bekerjasama dengan Amerika Serikat lewat diplomasi “pingpong” yang dibuka oleh George Bush senior, dimulai tahun 1970an. Dengan kalimat Deng bahwa “kekayaan sesuatu yang tidak haram” mereka mengikuti semua program Amerika Serikat dan beberapa tahun kemudian hasil program Deng berhasil.

Kini Tiongkok salah satu negara super power terkuat di dunia. Tiongkok tak mau menjadi negara paria yang pernah dialaminya dimasa lalu, dengan menggunakan budaya gerak ekonomi berada didalam rakyatnya. Lalu Republik Islam Iran, bertahun tahun lamanya dijajah Inggris, hingga tahun 1942, muncullah seorang ulama besar melakukan perlawanan bernama Sayid Khomeini Al Musawi ra. Setelah penggulingan Pahlevi dibuang ke Afrika Selatan, ia digantikan oleh anaknya bernama Reza Syah Pahlevi, melakukan segala hal berdasarkan kata Amerika Serikat. Sehingga rakyat sengsara dalam kemiskinan, ulama dijauhkan dari rakyat, cara berpakaian rakyat Iran wajib sesuai dengan cara barat. Perlawanan Imam khomeini ra, berdasarkan budaya atau tradisi yang sudah melekat didalam rakyat Iran, yaitu ; Asyura (Muharram) dan Arba’in, antara budaya dan pelajaran sejarah digunakan demikian kuatnya disaat melawan Amerika Serikat dan sekutunya.

Sehingga Iran mencapai kebebasan bersama kemerdekaan total, hingga Republik Islam Iran menjadi salah satu pemilik kekuatan senjata dimuka bumi. Bahkan disegani, ditakuti serta dihormati oleh lawannya. Seperti Indonesia di tahun 1955 Konferensi Asia Afrika, tahun 1960an Ganefo dan melawan pengaruh Inggris dan Amerika Serikat di Malaysia dan Singapura, 1966 – 1998, telah menjadi pesuruh Barat.

Daya perang Indonesia hampir hilang, akibat dari gempuran- gempuran pemikiran juga penghilangan budaya baca, hingga acuhnya rakyat pada kesejarahan Bangsa. Para elit asik dengan kelompok dan permusuhan antara satu dengan lainnya.

Kekuatan sejarah jangan dianggap enteng, sebab sejarah adalah tempat pengoreksian kejadian kejadian masa lalu dalam keterpurukan, keburukan dan kesalahan. Hingga tak terulangnya pada kekinian, disisi lain, kesejarahan juga mengajak kita untuk memberikan semangat perlawanan, mengambil contoh cara- cara bergerak lawan musuh, mengajarkan juga taktik dan strategi dengan menggunakan pemikiran walaupun beda zaman tapi memiliki kesamaan tapi dengan cara kekinian.

Karena, teknik dan cara tetap konstan, tapi dibuat modern agar lebih mudah digunakan. Jadi contoh untuk melakukan koreksi adalah dari masa lalu, bagi pembenahan kekinian.

Soekarno ” JASMERAH” ( Jangan Sekali kali Melupakan Sejarah.

Indra Bahari Aden : Alumni IISIP Jakarta Jurusan Ilmu Politik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *